Daya Terima Kue Baruas dengan Penambahan Tepung Daun Kelor Tua

  • Muh. Hasyim Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju
  • Hapzah Hapzah Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju

Abstract

Stunting, keadaan Balita dimana Tinggi/Panjang Badan lebih pendek dari anak seusianya yang normal, jika dibandingkan dengan standar Z-Score < -2). Daun Kelor, tanakan yang sangat kaya akan zat gizi terutama, Fe, Ca, Zn, dan Protein, salah satu penyebab stunting pada belita adalah kurangnya asupan mineral tersebut.  Tujuan dri penelitian ini adalah mengetahui perbedaan daya terima dan kandungan zat gizi kue baruas dengan penambahan tepung daun kelor. Metode penelitain Preference Test/Acceptance Test, metode sampling purposie sampling, menggunakan panelis masyarakat sebanyak 87 orang. Uji statistic menggunakan Kruskal Wallis, dan uji Mamm Whitney U , analisa zat gizi, Atomisasi (AAS) untuk Logam, dan kjeldahl untuk Protein. Hasil penelitian, semua jenis kue disukai oleh panelis, nilai > 391,5. ada perbedaan daya terima panelis berdasarkan rasa, aroma, warna. Pada kue 0%,dengan  5%, 10% dan 15%, p-value <0.05. Tidak ada perbedaan penerimaan panelis berdasarkan tekstur kue, tidak ada perbedaan penerimaan pada kue denan pemanbahan tepung daun kelor 5%, 10%, dan 15%, p-value > 0,05;  kue penambahan tepung daun kelor nilai rata-rata tertingi sebesar 30,3 adalah kue baruas daun kelor 5%  Kesimpulan, semakin tinggi konsentrasi penambahan tepung daun kelor, daya terima panelis semalin berkurng, namun bilai gizi semalin keningkat. Saran, Penelitian selanjutnya, mengunakan kue penambahan tepung daun kelor 5%, dengan memperbaiki rasan warna dengan penambahan BTM dan pewarna alaimi.

Published
2019-12-25
How to Cite
HASYIM, Muh.; HAPZAH, Hapzah. Daya Terima Kue Baruas dengan Penambahan Tepung Daun Kelor Tua. Jurnal Kesehatan Manarang, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 132 - 137, dec. 2019. ISSN 2528-5602. Available at: <http://jurnal.poltekkesmamuju.ac.id/index.php/m/article/view/167>. Date accessed: 04 apr. 2020. doi: https://doi.org/10.33490/jkm.v5i2.167.
Section
Articles