Abstrak
Wanita di dunia merasakan dismenorea dimana 10-15% diantaranya mendapatkan dismenorea yang berat. Intensitas dan nyeri dapat mempengaruhi kualitas tidur. Terdapat 20 dari 51 orang mengalami dismenorea pada mahasiswa sarjana kebidanan. Mereka tidak tidur nyenyak dan tidur > Jam 23.00 WIB. Saat perkuliahan sebagian dari mereka merasa tidak segar dan rasa kantuk tinggi. Tujuan dari studi ini untuk mengidentifikasi adakah hubungan antara status gizi dan kualitas tidur dengan kejadian dismenorea primer pada mahasiswi kebidanan. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif dengan desain penelitian analitik (cross-sectional). Sampel yang digunakan yaitu mahasiswi sarjana kebidanan dengan teknik pengambilan sampel Total sampling berjumlah 107 orang. Proses pengambilan data dengan mengukur BB dan TB responden kemudian dikategorikan dalam IMT, lalu responden mengisi Kuesioner Kualitas Tidur model Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Kuesioner Skala Dismenorea Primer dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Pengolahan data menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil yang didapatkan yaitu hubungan negatif yang signifikan antara status gizi dan kejadian dismenorea serta adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan dismenorea primer pada mahasiswa kebidanan. Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan kualitas hidup dengan kejadian dismenorea primer.